Wishful Wednesday #3

Another Wednesday, Another Wish! Yeay!

Makers-of-Modern-Strategy-from-Machiavelli-to-the-Nuclear-AgeMakers of Modern Strategy from Machiavelli to the Nuclear Age (ed. Peter Paret)

Kenapa buku ini yang jadi idaman? Please don’t laugh at me above my reason. Buku ini adalah text book (atau semacam kitab suci) seorang dosen di kampus (Prof. Ranjit, I miss you). Saya mengambil jurusan Strategi (bisa termasuk Defensive atau Offensive Strategy), dan buku itu memuat puluhan strategi dari beragam empunya perang dari mulai The Prince Machiavelli sampai strategi perang di zaman Perang (hampir) Nuklir.

Buku ini juga memberikan cerita latar belakang si empunya strategi, ditambah dengan bagaimana strategi tersebut diaplikasikan di perang-perang yang mereka lalui. Dari zamannya The Renaissance sampai selesainya perang dunia, sebenarnya terdapat ratusan strategi yang digunakan dalam setiap peperangan, tetapi yang disampaikan di sini hanya yang berpengaruh dan terkenal saja. Meskipun sebenarnya kurang lengkap karena para ‘peramal’ perang seperti Sun Tzu dan Kautiliya tidak termasuk dalam buku ini.

You need to reflect on three ‘M’ : Man, Moment and Machine. That’s 3 will determine the effect, the reason and the end of the war. (Prof. Ranjit)

Yak, dari cuplikan pernyataan dosen yang masih saya ingat sampai sekarang, ketiga hal tersebut sangat mempengaruhi bagaimana sebuah perang akan dimulai dan diakhiri. Dan dari buku ini, kita bisa menelaah ketiga M tersebut. Menarik kan?

Apa Wishful Wednesday-mu kali ini?

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)
Advertisements

Pengakuan Pariyem : Dunia Batin Seorang Wanita Jawa (1981)

Pengakuan Pariyem - Linus Suryadi

Pengakuan Pariyem – Linus Suryadi

PARIYEM, nama saya
Lahir di Wonosari Gunung Kidul pulau Jawa
Tapi kerja di kota pedalaman Ngayogyakarta
Umur saya 25 tahun sekarang
-tapi nuwun seu
tanggal lahir saya lupa

(Pengakuan Pariyem : Dunia Batin Seorang Wanita Jawa, hal. 1)

Buku ini lahir, bahkan jauh sebelum saya ada. Namun kisah tentang wanita Jawa ini masih tetap bisa diadaptasikan ke dalam romansa kehidupan gadis-gadis metropolitan saat ini. Mengetuk bagian-bagian yang tak tersentuh, ataupun sering tersentuh tapi dianggap tabu, sehingga hanya diceritakan secara terselubung. Percampuran antara seni budaya Jawa, agama, falsafah dalam hidup sampai kehidupan soal seks. Semuanya diungkap oleh Pariyem dalam pengakuannya, tanpa sehelai bulu namun tetap lugu.

Pariyem memang seorang babu, tapi petuah-petuah hidupnya begitu dalam dia tembangkan. Meskipun kesehariannya hanya berkutat dengan urusan rumah Kanjeng Raden Tumenggung Cokro Setono, namun Pariyem bercerita banyak tentang masyarakat Jawa, tentang agama.

Dan agama, apakah agama? …
Tapi di sorga, Gusti Allah tak bertanya:
‘Apa agamamu di dunia?’ Tapi Ia bertanya:
‘Kamu berbuat apa di dunia’

(Pengakuan Pariyem : Dunia Batin Seorang Wanita Jawa, hal. 18)

Pariyem juga memberikan beragam petuah yang diceritakannya berasal dari nenek buyutnya atau orang tuanya dulu sewaktu di kampung.

wong Jawa wis ora nJawani -kata simbah-
karena lupa adat yang diadatkan …
Demikianlah, benih dalam hati saya tertanam:
Sambutlah siapa pun juga dia
dengan sabar dan tenang
Terimalah bagaimana pun juga dia
dengan senyum dan keramahan
Dan jamulah apapun juga dia
dengan ikhlas tanpa kecurigaan

(Pengakuan Pariyem : Dunia Batin Seorang Wanita Jawa, hal. 58 – 59)

Atau, kisah mengenai percintaannya dengan Den Bagus Ario Atmojo, putra pertama dari Kanjeng Raden tempatnya bekerja. Percintaannya yang dibawa sampai ke ranjang ini dengan gamblang diceritakan, namun tetap dengan rili-rili Jawa yang kental.

ya,ya, raden Bagus Ario Atmojo namanya
Kalau sudah merah matanya seolah jagad gelap gulita
Hasratnya tak bisa dipenggak, ditunda
biar dengan bujuk rayu dan janji segala
O Allah, mbek meong
mbek meong
wog-wog kethekur
wog-wog kethekur
Apabila seorang pria naik berahi
tingkah lakunya penuh emosi
Tingkah lakunya tak berbeda
sama dengan binatang piaraannya
Otaknya macet
nalarnya buntet

(Pengakuan Pariyem : Dunia Batin Seorang Wanita Jawa, hal. 49)

Oh ya, saya juga belajar satu hal mengenai aksara Jawa yang ternyata memiliki makna tersendiri di balik susunannya. Dulu ayah saya pernah mengajarkannya, bahkan sepertinya ada tabel tulisan Jawa di rumah saya.

hana caraka
data sawala
pada jayanya
maga bathanga

(Pengakuan Pariyem : Dunia Batin Seorang Wanita Jawa, hal. 45)

Yang artinya

ada utusan
tanpa menolak
sama jayanya
sama menemui bangkainya

(Pengakuan Pariyem : Dunia Batin Seorang Wanita Jawa, hal. 46)

Saya juga seorang wanita (keturunan) Jawa, agak malu menyebutkannya. Bukan malu karena saya Jawa, tetapi malu mengaku tapi mengaku-aku tanpa sebenarnya tahu apa itu adat Jawa. Dan dalam buku setebal 314 halaman ini, saya benar-benar menemukan kebudayaan wanita Jawa di dalamnya. Saya belajar banyak hal tentang sesuatu hal yang mungkin tidak akan saya ketahui lagi adanya di masa modern. Mungkin bukan sosok Pariyem yang patut diteladani satu sisi, namun di sisi lain, Pariyem si babu ini bisa memberikan beragam petunjuk kehidupan dalam tembang-tembangnya.

PS. Review ini diikutsertakan dalam Lucky No. 14 Reading Challenge  dan 2014 TBRR : Reading File.

Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek

Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek

Saya ingin terlahir kembali di planet lain. Atau mungkin juga di neraka jadi tukang jaga api. Akan saya buktikan kalau kamu, Alex, pasti ada di sana juga.

(dalam Cerpen AL + EX = CINTA)

Mengutip kalimat dalam penggalan cerpen tersebut, tanpa maksud, hanya menyundut.

Djenar Maesa Ayu adalah penulis favorit wanita saya, numero uno. Sama seperti kumpulan cerpen yang sudah diterbitkan sebelumnya, kumpulan cerpen ini juga tetap mengandalkan sisi ‘nyeleneh’ dari sebuah cinta, bahwasannya cinta itu tidak selalu manis. Bahwasannya cinta itu bisa terjadi pada siapa saja terhadap apapun dan dimanapun. Kisah cinta yang ditampilkan juga beragam, terhadap ayah, terhadap sesama, terhadap pria-pria maupun wanita lainnya, berikut juga trauma ke atasnya.

Tidak pernah lengkap rasanya jika membaca kumpulan cerpen Djenar tanpa variasi ‘hubungan’ yang beragam. Istri Yang Tidak Pulang, membawa kita pada sebuah elegi kerapuhan hubungan, kebosanan yang berakhir pada badan.

Tapi apa bedanya? Bagaimana pun bagi saya lebih terhormat melacur demi uang, ketimbang terus melacur demi sebuah lembaga pernikahan. Demi kemunafikan.

(dalam cerpen Istri Yang Tidak Pulang, hal. 82)

Pasien, adalah cerpen yang menyita perhatian saya di detik terakhir penutupan. Titik klimaksnya ada pada akhir kalimat, yang membuat saya kembali lagi membaca cerpen ini dari awal untuk mengungkapkan cerita yang tersembunyi sebelumnya.

Saya menarik nafas lega. Mengambil langkah seribu. Bergegas menuju pintu. Menyingkirkan dari cermin yang membisu.

(dalam cerpen Pasien, hal. 31)

Saya juga menyukai Sera dalam cerpennya hA… HA… Ha.. , dalam koflik keluarga yang (nampaknya sudah lumrah) terjadi. Baru kemarin saya menonton berita tentang seorang ibu tiri yang tega memukuli, menyetrika sampai memotong lidah seorang anak. Bergidik mendengar kenyataannya, dan disini Djenar menuangkannya dalam cerpen.

Saya begitu ingin keluar dari neraka jahanam ini. Saya berdoa. Mencari kata yang begtu sering diucapkan di depan kelas oleh guru sekolah, “Bapa kami yang di surga.” Tuhan. Tapi di rumah saya, saya lebih sering mendengar kata anak setan. Maka saya berdoa mencari bapa saya. Setan.

(dalam cerpen hA… HA… Ha…, hal. 42)

Ke-13 cerpen juga disertai dengan 13 ilustrasi yang turut mewarnai Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek. Ilustrasi digambar langsung oleh Djenar Maesa Ayu dan diselipkan disetiap awal cerpen. Menarik sekali, karena tidak ada yang serupa seperti pada buku Djenar sebelumnya.

Gelap di mana-mana dan saya tak bisa melihat lagi. Binatang itu pun datang lagi.

(dalam cerpen Semalam Ada Binatang, hal. 100)

Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (2010)

Sepotong Bibir Paling Indah

Karena yang manis pun bisa membuat sakit dan menderita.

(dalam Cerpen Permen, hal, 45)

Ketimbang cerita cinta mencle yang lagi hits di dunia perbukuan saat ini, saya lebih menyukai bacaan yang lebih tersirat maknanya daripada tersurat. Dan kali ini, saya mendapatkan karya Agus Noor dalam buku biru setebal 166 halaman. Sebenarnya saya mencari-cari Memorabilia yang juga karya Agus Noor, tapi, dapet yang lain juga gak rugi kok.

Terdiri dari 9 cerpen yang beberapa diantaranya sudah dipublikasikan di koran Kompas, dan beberapa juga ada yang kembali di-publish di Blognya Mas Agus Noor. Ceritanya beragam, tetapi potongan-potongannya ini tidak lepas dari cerita tentang kesedihan, kekhawatiran, dan mimpi yang tidak sampai.

Cerita tentang ‘Permen’ tidak saya sangka mampu disulap oleh Agus Noor menjadi cerita yang benar-benar berkesan. Permen dan penggalannya tentang hidup yang tidak selamanya semanis permen.

Orang-orang miskin yang hidupnya di kampung-kampung kumuh pinggiran kota membuat permen itu dengan kesedihan mereka. Mungkin proses membuat permen di situ sudah berlangsung lama. Kesedihan dan kegetiran hidup yang mereka rasakan sehari-hari mereka peras menjadi keringat yang ditampung ke dalam panci-panci rongsokan, kemudian diolah dan dimasak di atas tungku-tungku penderitaan.

(Permen hal. 47)

Kisah “Cerita yang Menetes dari Pohon Natal” begitu tepat saya baca pada momen-momen Desember ini. Terlepas dari masalah agama, saya sendiri mengagumi bagaimana Agus Noor menyinggung adanya ketimpangan modernitas yang terjadi,

Sudah lama, anak-anak di kota itu lebih suka dapat hadiah Natal boneka Barbie atau nintendo daripada rosario. Padahal, rosario buatan kami luar biasa. Kamu sudah melihatnya, kan?

(Cerita yang Menetes dari Pohon Natal hal. 93)

Sindiran-sindiran tentang keadaan politik dan sosial juga dihadirkan, secara ‘menyindir’, namun tetap tidak menghapus makna dari kisah yang diceritakan. Intinya, seru!

“Aku sudah resmi jadi orang miskin,” katanya, sambil memperlihatkan Kartu Tanda Miskin, yang baru diperolehnya dari Kelurahan. “Lega rasanya, karena setelah bertahun-tahun hidup miskin, akhirnya mendapat pengakuan juga.”

Kartu Tanda Miskin itu masih bersih, licin, dan mengkilat karena dilaminating. Dengan perasaan bahagia ia menyimpan kartu itu di dompetnya yang lecek dan kosong.

”Nanti, bila aku pingin berbelanja, aku tinggal menggeseknya.

(Perihal Orang Miskin yang Bahagia, hal. 153)

Wishful Wednesday #2

wishful-wednesday

Setelah dua minggu yang lalu saya menumpahkan keinginan saya untuk mendapatkan buku The Better Angles of Our Nature : Why Violence Has Declined (Steven Pinker), kali ini saya sedang mencari-cari buku Sastra lama Indonesia yang termasuk dalam Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan. Berjudul “Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer” karya penulis Pramoedya Ananta Toer.

Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer - Pramoedya Ananta Toer

Perawan Remaja dalam Cengkraman Militer – Pramoedya Ananta Toer

Mengisahkan tentang jugun ianfu, gadis remaja yang menjadi budak seks yang akhirnya dibuang di pulau Buru setelah akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu tahun 1945. Ada bagian dari buku yang menceritakan tentang kehidupan para jugun ianfu ini dari latar belakangnya masing-masing. Beragam latar belakang dari masing-masing wanita ini amat menarik, ditambah dengan bumbu-bumbu mengenai sejarah Indonesia dan Jepang pada masanya.

Dahulu waktu SMP, saya sudah pernah membaca buku ini dari perpustakaan sekolah. Sudah lama sekali rasanya, dan samar-samar ingatan saya tentang apa buku ini. Beberapa kali membaca review tentang buku ini terutama dari Goodreads, buku ini memang layak untuk dibaca kembali dan kali ini untuk dimiliki. Dan terus terang, saya sudah mencari ke seantero jakarta (red. OK, ini berlebihan, karena belum termasuk Blok M) buku Perawan Remaja ini, namun hasilnya endok besar. Jadinya ya, saya berharap siapa saja yang pernah melihatnya di suatu tempat sana bisa memberitahu saya.

Apa Wishful Wednesday-mu kali ini?

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

3 Cinta 1 Pria (2008)

3 Cinta 1 Pria - Arswendo Atmowiloto

3 Cinta 1 Pria – Arswendo Atmowiloto

Bagaimana kalau kita jatuh cinta pada seseorang, namun tak sampai? Kemudian orang itu menikah dan punya anak, dan anaknya juga jatuh cinta kepada kita? Dan kemudian terulang lagi, ketika si cucu ini juga ternyata jatuh cinta kepada orang yang seumuran kakeknya sendiri?

Arswendo Atmowiloto kali ini mengangkat tema cinta tiga generasi dalam “3 Cinta 1 Pria”. Bong, pria utama yang sepertinya beruntung karena dicintai oleh tiga generasi wanita ini, tetapi dia tidak bergeming juga. Bong, mencintai seorang gadis yang dipanggilnya Keka, bisa bermakna Kekasih, karena pun dia tidak tahu nama asli dari Keka. Cinta mereka menggebu, namun ragu.

Kalau nanti kita kawin, bukan berarti aku mengharapkan kamu berubah menjadi ibu anak-anak kita, …
Kita kawin, karena kita percaya dalam tidur, mimpi kita bisa tetap berlainan. (hal. 18)

Cerita Bong dan Keka amat ideal, andai mereka benar-benar menyatu. Keka akhirnya menikah dengan lelaki lain, namun dia tetap mencintai Bong. Bong yang sederhana dalam hidupnya, berprinsip lebih besar dari kepalanya, tetapi tetap berperasaan halus dengan Keka. Bong tetap menunggu Keka, meskipun dalam kesendiriannya.

“Menunggu itu syahdu.” (hal. 20)

Sampai akhirnya Keka memiliki anak, yang juga diberi nama Keka. Keka kecil kemudian tumbuh besar, menyukai Bong sejak kecil, meskipun hamil oleh laki-laki lain. Keka kecil bersama akhirnya Bong, yang kemudian membantu menyelamatkan bayinya. Lalu Keka Kecil junior itu juga diberi nama, Keka Siang. Keka Siang tumbuh menjadi remaja, dan kemudian juga jatuh cinta pada Bong.

Kejelasan tidak diperlukan jika hasilnya membuat sakit hati.” atau : “Tidak semua perlu terang dan jelas.” atau :”Alam ini mengajarkan, bahkan di siang hari tetap ada bagian yang tak apa harus samar-samar.” (hal. 144).

Menarik memang, cinta tiga generasi pada lelaki yang sama ini. Namun terlihat begitu romantis cintanya Bong kepada Keka. Ceritanya juga mengalir diantara petuah-petuah mengenai kehidupan dan cinta itu sendiri. Itik, lele, lukisan, dan pohon talok, kehidupan Bong berjalan meskipun cintanya tak mesti bersatu. Saya suka lelaki yang dilukiskan sebagai Bong ini, misterius, tidak tertebak, tetapi amat setia pada kekasih tak sampainya.

Wishful Wednesday #1

wishful-wednesday

And Happy Wednesday for all book bloggers! This is my first Wishful Wednesday!

Buku ini adalah salah satu bacaan ringan dari seorang Bill Gates dan dimasukkannya dalam kategor the Best Book that he ever read in 2012. Ketertarikan saya dalam sebuah review singkat dalam website pribadinya membuat saya benar-benar menginginkan buku ini. Setebal 823 halaman dan ber-genre non fiksi tentunya akan menjadi sebuah tambahan pengetahuan yang akan sangat menyenangkan.

The Better Angles of Our Nature Why Violence has Declined - Steven Pinker

Berjudul The Better Angles of Our Nature : Why Violence Has Declined yang diterbitkan tahun 2011, Steven Pinker (sang penulis) menjabarkan beberapa fakta dan pendapat mengenai tindakan kekerasan yang terjadi di muka bumi ini semakin lama (ternyata) semakin berkurang. Saya tidak percaya akan hal itu, karena dalam kenyataannya semakin lama dunia semakin kejam dan kekejaman itu bertambah beragam jenisnya. Saya merasakan bahwa Steven Pinker adalah seorang liberalis (?) karena mengedepankan bahwa orang-orang sudah mulai membuat beragam penyatuan (baik dalam bentuk kerjasama maupun organisasi) adalah bentuk menuju perdamaian yang hakiki.

“Before I picked up “The Better Angels of Our Nature,” I assumed that most murders were motivated by economic gain. In fact, only about 15 percent of U.S. homicides involve robbery or other economic factors. The perpetrator is usually driven by a sense of injustice or desire for revenge, and he doesn’t trust institutions to mete out punishment.”

– Bill Gates (2012) in his review about “The Better Angels of Our Nature”

Jadi, pikiran saya juga serupa dengan Bill Gates yang lebih ‘pesimis’ ketimbang ‘optimis’ tentang perdamaian dunia. Tetapi beragam fakta yang ditampilkan oleh Steven Pinker nampaknya dapat menepis semua anggapan-anggapan pesimis tersebut. Bill Gates dalam reviewnya mengenai buku ini juga menerangkan bahwa ide -ide dalam buku Steven Pinker ini dapat membantu membangun sebuah ‘peaceful society‘ yang tidak hanya dipengaruhi oleh sisi ekonomi semata. Menarik bukan?

Oleh karena itu, buku ini masuk dalam Wishlist Wednesday pertama saya. Berdasarkan toko buku online internasional yang ada di Indonesia, harga bukunya sekitar IDR 240,000. Cukup setara harganya dengan nilai yang ada yang dalam buku ini, kan?

Apa Wishful Wednesday-mu kali ini?

  • Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)
  • Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  • Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky. Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  • Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

SYBIL : Kisah Nyata Seorang Gadis dengan 16 Kepribadian (1973)

SYBIL  Kisah Nyata Seorang Gadis dengan 16 KepribadianPernahkah kita merasakan kehilangan waktu? Tiba – tiba kita terbangun di hari yang jauh berbeda di kota yang jauh dari tempat tinggal kita secara mendadak? Kalau bukan karena mabuk, mungkin karena yang dikisahkan dalam novel kali ini, Berkepribadian Majemuk. Saya tidak pernah menyangka bahwa kehidupan akan menjadi serumit itu dengan memiliki kepribadian majemuk yang secara ‘aktif’ mengisi hidup kita, sementara kita yang ‘nyata’ ini akan merasa tertidur pulas dan lupa akan segalanya.

Saya tidak akan pernah membaca buku fenomenal ini, jika tidak direkomendasikan oleh seorang teman saya yang mengambil jurusan psikologi pendidikan. Thanks to her, I knew a lot of things about human mind .

Novel ini adalah novel terjemahan dengan judul asli ‘SYBIL’ diterbitkan pertama kali tahun 1973. Flora Rheta Schreiber, penulis dari kisah nyata yang akhirnya menjadi sebuah novel fenomenal ini akan memperkenalkan dirinya di akhir cerita sebagai bagian dari hidup Sybil setelah masa “Penyatuan”. Yang menarik dari novel ini dan menjadi pertanyaan awal ketika membacanya adalah ‘ Apa saja ke-16 kepribadian tersebut? Apa bedanya satu sama lain?’. Menariknya, novel ini dibuat dengan tidak mengungkapkan fakta secara langsung, tetapi perlahan demi perlahan, kita akan dibawa kepada suatu dimensi untuk mengenal jauh Sybil dan Sybil ‘lainnya’.

Sybil Isabel Dorsett adalah seorang wanita muda, pintar (baik dalam akademik maupun seni) namun sering mengalami ‘kehilangan waktu’. Dr. Wilbur hadir di dalam hidup Sybil sebagai seorang dokter sekaligus sahabat yang ingin membantu Sybil ‘mengembalikan’ hidupnya. Di awali dari kisah di suatu malam, ketika Sybil tiba-tiba tersadar telah berada di tengah badai salju di kota Philadhelpia, sementara kenyataannya Sybil tinggal di New York. Dia tidak ingat bagaimana dia bisa tiba disana, dia tidak mengerti alasan dia berada di sana. Yang dia ingat, tiga hari yang lalu dia baru keluar dari laboratorium kimia di kampusnya.

Dalam novel ini, melalui Dr. Wilbur kemudian kita akan mengenal ke-16 kepribadian yang hadir di dalam diri Sybil dan memberikan ‘image’ yang berbeda-beda. Vicky (atau Victoria) adalah kepribadian Sybil yang menyenangkan dan selalu positif. Vicky pula yang banyak ‘membantu’ Dr. Wilbur untuk bernegosiasi dengan kepribadian lainnya. Peggy Ann dan Peggy Lou adalah kepribadian Sybil yang lebih sensitif dimana kemarahan dan kesedihan yang terpendam dalam diri Sybil akan direfleksikan melalui kedua Peggy ini. Peggy Ann dan Peggy Lou ini juga yang ‘mengambil alih’ Sybil selama hampir dua tahun ketika Sybil kehilangan neneknya tercinta. Ada lagi Ruthie, kepribadian Sybil yang nampak seperti anak-anak dan memang anak-anak, karena menurut pengakuannya (Ruthie) dia masih berusia 3 tahun. Dan masih banyak kepribadian – kepribadian lainnya seperti Marcia, Vanessa, Mary, Helen, Clara, Sybil Ann, The Blonde, Marjorie, Nancy Lou Ann, Sid dan Mike. Sid dan Mike ini menarik, karena bukan hanya mereka adalah ‘split personality’ dari Sybil tetapi juga keduanya menyakini diri mereka adalah laki-laki.

Menariknya, keseluruhan ‘split personality’ ini mampu berkomunikasi di bawah alam sadar Sybil. Jadi meskipun mereka berkomunikasi menggunakan raga Sybil, tetapi Sybil tidak pernah mengetahui dan menyadarinya.

Masing-masing pribadi itu berbeda satu sama lain dan dari Sybil; semua tahu akn adanya Sybil dan pribadi-pribadi lainnya. Akan tetapi Sybil sendiri tidak mengetahui tetnag yang lain sampai Dr. Wilbur menceritakannya. (Hal. 319)

Kemudian pertanyaan lain kembali muncul, bagaimana Sybil dapat mengalami kepribadian majemuk yang begitu banyaknya dan masing-masing kepribadian tersebut nampak seperti kepribadian dari orang-orang yang berbeda. Ini adalah beberapa potongan jawaban yang diutarakan oleh Dr. Wilbur dalam novel ini.

Pada awal 1957, dalam analisis diungkapkan suatu drama tentang kekejaman, upacara-upacara rahasia dan hal-hal yang mengerikan yang dilakukan oleh Hattie terhadap Sybil. Dr. Wilbur menjadi yakin bahwa akar penyebab perpecahan kepribadian Sybil adalah tema drama itu yang bersifat penyiksaan-penawanan-pengontrolan-pemenjaraan yang sangat rumit.  (Hal. 214)

Akar-akar peyebab keadaan Sybil yang rumit ini – ibu yang schinzophrenic ditambah dan dihasut oleh ayah yang pasif dan acuh tak acuh, lingkungan masyarakat yang fanatik yang menimbulkan histeria, khususnya yang ditunjukkan oleh Kakek Dorsett. (Hal. 317)

Lalu halaman demi halaman dalam novel ini akan mulai mengupas kehidupan Sybil dari mulai masa kecilnya sampai masa sekarang. Tidak hanya mengenai Sybil, novel ini juga mengupas latar belakang kedua orang tuanya, Hattie dan Williard Dorsett. Karena suka tidak suka, kepribadian yang dimiliki oleh seorang anak dipengaruhi besar oleh lingkungan terutama kedua orang tuanya. Ini yang menjadikan menarik dalam penyelesaian kasus dari Sybil, karena kita akan diajak lebih mengenal satu sama lain, termasuk mengenal bagian-bagian yang pernah ada dalam hidup Sybil.

Novel ini benar-benar menarik dan mudah dipahami, meskipun dibaca oleh orang yang buta mengenai penyakit-penyakit psikologi (seperti saya). Bagi yang awam, kita akan diajak untuk mengenal Sybil dengan berteman dan bersimpatik kepadanya. Sementara, mungkin bagi para mahasiswa psikologi, mereka akan menggarisbawahi beberapa pernyataan-pernyataan dari Dr. Wilbur yang dianggap penting dalam analisa psikologis dari Sybil.

Satu hal yang masih sedikit mengganjal bagi pribadi saya. Dalam percakapan bersama Dr. Wilbur, salah satu personaliti dari Sybil ketika dia menentang bahwa masing-masing dari mereka adalah orang yang sama.

“…tidakkah Anda mengerit bahwa mereka (split personality) adalah bagian-bagian yang berbeda dari orang yang sama?”

“Tetapi Dr. Wilbur,” Vicky bersikeras, “kita sudah menjawab persoalan itu. Kita sudah pastikan jawaban terhada pertanyaan yang bersifat filsafat siapakah saya? Saya adalah saya. Anda adalah nda. Saya berpikir, karena itu saya ada. Ada kalimat latin untuk itu : Cogito ergo sum. Ya itulah dia.”

Jadi, jika seandainya masing-masing personality menerapkan prinsip Cogito Ergo Sum ini dalam masing-masing mereka, apakah ada kemungkinan Sybil bisa ‘menyatu’? Tetapi ada benarnya juga, jika kita berpikir maka kita ada, apakah memang benar ‘split personality’ ini benar hidup dalam dunia nyata? Bagaimana kalau kita yang merupakan ‘bagian tambahan’ sementara yang lainnya adalah ‘bagian nyata’? Only God Knows.

2014 TBRR File : Reading Challenge

Dan kemudian saya sok-sok nambah reading challenge yang mau diikuti. Kali ini, reading challenge diadaken oleh Hobby Buku. So, here are their challenge to me.

Tantangan UtamaTantangan Utamanya akan saya mulai dengan angka 12 :

Kemudian ada lagi tantangan tambahan dengan kategori masing-masing. Untuk ini, saya mempersiapkan beberapa judul favorit.

Genre Classics

Genre Mystery

Genre Historical Fiction

Genre Books into Movies

Genre Book Award Winners

The list may change, but I hope not. I wish I can read all because each of these books are my favorite. I mixed up my reading list between Indonesia Literature and Foreign one. Because I fall in love with Indonesian literature first, then I red the foreign one.

Minat dan tertantang? Follow this blog and read the whole instruction there. And good luck !

Lucky No. 14 Reading Challenge

Dan saya akhirnya memulai untuk mengikuti book challenge yang ada di blog. Selama ini saya hanya mengisi waktu sambil mengisi blog dan memberikan randow review tentang buku-buku yang saya baca. Lalu terpikir, kalau ada komunitas yang suka membaca, kenapa gak sekalian ikutan saja. And here I am, trapped in pile of my old books and prepared to ready to face the Lucky no. 14 Reading Challenge! Thanks to her (Astrid) gave me another spirit to review my favorite books.

Untuk ikutan challenge ini, saya harus memilih 14 buku yang bisa memiliki 14 kategori yang berbeda yang sudah ditetapkan empunya Challenge. And I need to make a little bit point about what books that I choose

Here are the 14 categories:

1. Visit The Country:

Tokyo Zodiac Murder by Soji Shimada

Tokyo Zodiac Murder by Soji Shimada

Tokyo Zodiac Murders: Detective Mitarai’s Casebook‘ by Soji Shimada
Japan, matte ne!

2. Cover Lust:

Larasati - Pramoedya Ananta Toer

Larasati – Pramoedya Ananta Toer

‘Larasati’ by Pramoedya Ananta Toer

Well, I was intrigued by both the cover and the title. Kenapa dan ada apa dengan Larasati? The one and only book from Pramoedya that I bought without searching any references of it. Kira-kira apakah Larasati itu wanita di depan covernya?

3. Blame it on Bloggers:

The Man Who Mistook His Wife for a Hat - Oliver Sacks

The Man Who Mistook His Wife for a Hat – Oliver Sacks

‘The Man Who Mistook His Wife for a Hat’ by Olive Shacks

Entah kenapa begitu tertarik untuk membacanya begitu tau kontennya yang unik berdasarkan blog Annisa. Buku non-fiksi ini mengangkat tema tentang neurology (analisis tentang syaraf) dengan menggunakan kata-kata yang ‘lebih ringan’ dan menyertakan contoh-contoh untuk mempermudah para pembaca memahaminya.

4. Bargain All The Way

A short history of nearly everything  - Bill Bryson

A Short History of Nearly Everything – Bill Bryson

A short history of nearly everything by Bill Bryson.
I bought this book only IDR 25,000 from the real price around IDR 160,000. Yummy!

5. (Not So) Fresh From the Oven

Inferno - Dan Brown

Inferno – Dan Brown

‘Inferno’ by Dan Brown
From my lovely-molly guy friend as my 23rd birthday’s gift, plus it just released last year.

6. First Letter’s Rule

Pengakuan Pariyem - Linus Suryadi

Pengakuan Pariyem – Linus Suryadi

Linus Suryadi with ‘Pengakuan Pariyem’
Dunia Batin seorang Wanita Jawa, menarik. Saya juga jawa, walau cuma tertera di CV saja.

7. Once Upon a Time

The Trial - Franz Kafka

The Trial – Franz Kafka

The Trial by Kafka.
It really classic book. I have red the “Methamorphosis” and fell in love with it.

8. Chunky Brick

Middlemarch - George Elliot

Middlemarch – George Elliot

Middlemarch’ by George Elliot.
More than 700 pages, and my Mom said “Is it a book or a brick?”.

9.  Favorite Author

Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) - Djenar Maesa Ayu

Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) – Djenar Maesa Ayu

‘Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu)’ by Djenar Maesa Ayu.
Mainin aja, biar asik!

10. It’s Been There Forever:

The Hunt for Atlantis - Andi McDermott

The Hunt for Atlantis – Andi McDermott

‘The Hunt for Atlantis’ by Andi McDermott.
Piled up in my back-row of my bookshelves since 2011. Doesn’t mean that I don’t love it, but I shared too much love to others.

11. Movies vs Books:

Ronggeng Dukuh Paruk - Ahmad Tohari

Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

‘Ronggeng Dukuh Paruk’ by Ahmad Tohari.
I planned to watch the movie (Sang Penari) after red the novel. May I?

12. Freebies Time

A Sheep's Song - Kato Shuichi

A Sheep’s Song – Kato Shuichi

‘A Sheep’s Song’ by Kato Shuichi

It’s not a gift. From my genius brother as form of reconciliation after he recommended me to buy the old book in a store, but it took twice prices than the brand new one. Hahaha!

13. Not My Cup of Tea

 Belenggu - Armijn Pane (1940)

Belenggu – Armijn Pane (1940)

‘Belenggu’ by Amryn Pane

Sastra lama Indonesia tentang kemelut cinta. Romance is not my tea, but sastra does. Jadi perkawinan antara keduanya boleh juga dicoba. Biar tehnya tidak terlalu pahit.

14. Walking Down The Memory Lane

Sentaro - Tsubasa Nunoura

Sentaro – Tsubasa Nunoura

Sentaro‘ by Tsubasa Nunoura.
I bought almost 33 series of these comics, and it is not finish yet. Sentaro, dug dug dug.

So, there are several read-to-be list for 2014. I really mean to challenge myself to continue read meanwhile join challenge like this.
Jika kamu juga memiliki kecintaan untuk membaca dan menulis, ikuti challenge ini. Nggak rugi, karena ilmunya ke kamu, kesenangan juga di kamu!

Simply click this link to see how the challenge work. Good luck!