3 Cinta 1 Pria (2008)

3 Cinta 1 Pria - Arswendo Atmowiloto

3 Cinta 1 Pria – Arswendo Atmowiloto

Bagaimana kalau kita jatuh cinta pada seseorang, namun tak sampai? Kemudian orang itu menikah dan punya anak, dan anaknya juga jatuh cinta kepada kita? Dan kemudian terulang lagi, ketika si cucu ini juga ternyata jatuh cinta kepada orang yang seumuran kakeknya sendiri?

Arswendo Atmowiloto kali ini mengangkat tema cinta tiga generasi dalam “3 Cinta 1 Pria”. Bong, pria utama yang sepertinya beruntung karena dicintai oleh tiga generasi wanita ini, tetapi dia tidak bergeming juga. Bong, mencintai seorang gadis yang dipanggilnya Keka, bisa bermakna Kekasih, karena pun dia tidak tahu nama asli dari Keka. Cinta mereka menggebu, namun ragu.

Kalau nanti kita kawin, bukan berarti aku mengharapkan kamu berubah menjadi ibu anak-anak kita, …
Kita kawin, karena kita percaya dalam tidur, mimpi kita bisa tetap berlainan. (hal. 18)

Cerita Bong dan Keka amat ideal, andai mereka benar-benar menyatu. Keka akhirnya menikah dengan lelaki lain, namun dia tetap mencintai Bong. Bong yang sederhana dalam hidupnya, berprinsip lebih besar dari kepalanya, tetapi tetap berperasaan halus dengan Keka. Bong tetap menunggu Keka, meskipun dalam kesendiriannya.

“Menunggu itu syahdu.” (hal. 20)

Sampai akhirnya Keka memiliki anak, yang juga diberi nama Keka. Keka kecil kemudian tumbuh besar, menyukai Bong sejak kecil, meskipun hamil oleh laki-laki lain. Keka kecil bersama akhirnya Bong, yang kemudian membantu menyelamatkan bayinya. Lalu Keka Kecil junior itu juga diberi nama, Keka Siang. Keka Siang tumbuh menjadi remaja, dan kemudian juga jatuh cinta pada Bong.

Kejelasan tidak diperlukan jika hasilnya membuat sakit hati.” atau : “Tidak semua perlu terang dan jelas.” atau :”Alam ini mengajarkan, bahkan di siang hari tetap ada bagian yang tak apa harus samar-samar.” (hal. 144).

Menarik memang, cinta tiga generasi pada lelaki yang sama ini. Namun terlihat begitu romantis cintanya Bong kepada Keka. Ceritanya juga mengalir diantara petuah-petuah mengenai kehidupan dan cinta itu sendiri. Itik, lele, lukisan, dan pohon talok, kehidupan Bong berjalan meskipun cintanya tak mesti bersatu. Saya suka lelaki yang dilukiskan sebagai Bong ini, misterius, tidak tertebak, tetapi amat setia pada kekasih tak sampainya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s