Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek

Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek

Saya ingin terlahir kembali di planet lain. Atau mungkin juga di neraka jadi tukang jaga api. Akan saya buktikan kalau kamu, Alex, pasti ada di sana juga.

(dalam Cerpen AL + EX = CINTA)

Mengutip kalimat dalam penggalan cerpen tersebut, tanpa maksud, hanya menyundut.

Djenar Maesa Ayu adalah penulis favorit wanita saya, numero uno. Sama seperti kumpulan cerpen yang sudah diterbitkan sebelumnya, kumpulan cerpen ini juga tetap mengandalkan sisi ‘nyeleneh’ dari sebuah cinta, bahwasannya cinta itu tidak selalu manis. Bahwasannya cinta itu bisa terjadi pada siapa saja terhadap apapun dan dimanapun. Kisah cinta yang ditampilkan juga beragam, terhadap ayah, terhadap sesama, terhadap pria-pria maupun wanita lainnya, berikut juga trauma ke atasnya.

Tidak pernah lengkap rasanya jika membaca kumpulan cerpen Djenar tanpa variasi ‘hubungan’ yang beragam. Istri Yang Tidak Pulang, membawa kita pada sebuah elegi kerapuhan hubungan, kebosanan yang berakhir pada badan.

Tapi apa bedanya? Bagaimana pun bagi saya lebih terhormat melacur demi uang, ketimbang terus melacur demi sebuah lembaga pernikahan. Demi kemunafikan.

(dalam cerpen Istri Yang Tidak Pulang, hal. 82)

Pasien, adalah cerpen yang menyita perhatian saya di detik terakhir penutupan. Titik klimaksnya ada pada akhir kalimat, yang membuat saya kembali lagi membaca cerpen ini dari awal untuk mengungkapkan cerita yang tersembunyi sebelumnya.

Saya menarik nafas lega. Mengambil langkah seribu. Bergegas menuju pintu. Menyingkirkan dari cermin yang membisu.

(dalam cerpen Pasien, hal. 31)

Saya juga menyukai Sera dalam cerpennya hA… HA… Ha.. , dalam koflik keluarga yang (nampaknya sudah lumrah) terjadi. Baru kemarin saya menonton berita tentang seorang ibu tiri yang tega memukuli, menyetrika sampai memotong lidah seorang anak. Bergidik mendengar kenyataannya, dan disini Djenar menuangkannya dalam cerpen.

Saya begitu ingin keluar dari neraka jahanam ini. Saya berdoa. Mencari kata yang begtu sering diucapkan di depan kelas oleh guru sekolah, “Bapa kami yang di surga.” Tuhan. Tapi di rumah saya, saya lebih sering mendengar kata anak setan. Maka saya berdoa mencari bapa saya. Setan.

(dalam cerpen hA… HA… Ha…, hal. 42)

Ke-13 cerpen juga disertai dengan 13 ilustrasi yang turut mewarnai Cerita Pendek tentang Cerita Cinta Pendek. Ilustrasi digambar langsung oleh Djenar Maesa Ayu dan diselipkan disetiap awal cerpen. Menarik sekali, karena tidak ada yang serupa seperti pada buku Djenar sebelumnya.

Gelap di mana-mana dan saya tak bisa melihat lagi. Binatang itu pun datang lagi.

(dalam cerpen Semalam Ada Binatang, hal. 100)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s